Translate

  • BAB I


    A. LATAR BELAKANG
    Latar belakang disusunya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen dalam rangka membahasas tentang Akuntansi Perusahaan Dagang. Makalah ini membahas tentang Asuransi Perusahaan Dagang, Karakteristik Akuntansi Perusahaan Dagang, Macam – macam Perusahaan Dagang, Transaksi – transaksi dalam Perusahaan Dagang dll. Makalah ini disusun berdasarkan pemahaman penulis tentang Akuntansi Perusahaan Dagang dan Macam – macam Transaksi serta bagaimana mencatat transaksi yang terjadi didalam perusahaan. Bila dikaitkan dengan dunia perusahaan didalam suatu perusahaan diperlukannya konsep yang melandasi pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai, kepuasan dan mutu, pertukaran, transaksi, dahn hubungan dengan pasar.
    Dalam dunia usaha apapun termasuk dalamnya usaha dagang, peran akuntansi adalah sangat strategis, sebaik apapun output dari suatu kegiatan usaha tidak diimbangi oleh sistem pencatatan akuntansi keunagan yang handal, maka tidak akan berarti apapun.


    B. MAKSUD DAN TUJUAN
    Yang menjadi maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah :
    1. Untuk mengetahui apa itu Perusahaan Dagang
    2. Untuk mengetahui karakteristik apa saja dalam sebuah perusahaan
    3. Untuk mengetahui bagaimana proses pencatatan transaksi yang terjadi dalam Perushaan Dagang













    BAB II
    PEMBAHASAN

    A.    JURNAL KHUSUS
           Karena entitas dagang berfungsi menjembatani antara produsen dengan konsumen, maka aktivitas entitas dagang yang memiliki frekuensi terjadi paling tinggi adalah aktivitas :
    1.    Transaksi Pembelian
    2.    Transaksi Pengeluaran Kas (Pembayaran)
    3.    Transaksi Penjualan
    4.    Transaksi Penerimaan Kas
             Karena alasan efisiensi waktu dan tenaga, maka jurnal di dalam entitas dagang dapat dipilih kedalam empat kelmpok jurnal tersebut. Buku jurnal yang digunakan hanya untuk mencatat satu jenis transaksi saja disebut dengan Jurnal Khusus atau Buku Harian Khusus. Karena entitas dagang memiliki empat transaksi yang paling tinggi frekuensinya, maka jurnal khusus didalam entitas dagang dapat dibagi menjadi empat jurnal khusus, yaitu:
    1.    Jurnal Khusus Pembelian
    2.    Jurnal Khusus Penerimaan kas
    3.    Jurnal Khusus penjalan
    4.    Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
                Aktivitas perusahaan dagang yang tidak dapat ditampung dan dicatat pada keempat Jurnal Khusus tersebut ditampung di dalam media yang disebut Buku Harian Serba-Serbi.

    B.     Buku Besar Pembantu 

             Buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku besar umum (general ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu akun besar umum. Buku besar pembantu atau disingkat dengan buku pembantu yang akan dibahas pada bagian ini meliputi:
    a.       Buku besar pembantu hutang ( account payable subsidiary), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Hutang dagang dalam buku besar umum
    b.      Buku besar pembantu piutang ( account receivable subsidiary ledger), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Piutang dagang dalam buku besar umum.

    Sumber pencatatan dalam buku besar pembantu adalah bukti-bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan baik terhadap hutang maupun piutang perusahaan. Misalnya faktur pembelian, faktur penjualan, bukti pengeluran kas, bukti penerimaan kas dan nota debet/ kredit. Dengan demikian dalam perusahaan yang menyelenggarakan buku pembantu hutang dan buku pembantu piutang, bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan pada hutang dan piutang dicatat dengan prosedur sebagai berikut:
    a.       Dicatat dalam buku jurnal untuk dipindah bukukan ke dalam buku besar, baik setiap pos jurnal secara individual maupun secara kolektif
    b.      Dicatat ke dalam buku pembantu yang selanjutnya pada tiap akhir periode tertentu dari data buku pembantu disusun daftra saldo. Artinya dari data buku pembantu hutang pada akhir periode disususn daftar saldo hutang dari data pembantu piutang disusun daftar saldo piutang.
    Jika terjadi kesalahan pencatatan baik dalam buku pembantu, saldo akun Hutang dalam buku besar pada akhir periode harus sma dengan jumlah hutang menurut buku pembantu hutang (daftar saldo hutang). Demikian pula saldo akun Piutang harus sama dengan jumlah piutang menurut buku pembantu piutang (daftar saldo piutang).
    a.      Pencatatan dalam Buku Pembantu Hutang
    1)      Tata cara mencatat bukti transaksi dalam buku pembantu hutang
    Buku pembantu hutang merupakan kumpulan akun kreditor (pihak kepada siapa perusahaan mempunyai hutang). Bentuk akun dlam buku pembantu tidak berbeda dengan bentuk akun besar umum. Misalnya perusahaan mempunyai hutang kepeda PT SARI Bandung, dalam buku pembantu hutang disediakan akun (rekening) untuk PT SARI sebagai berikut:
    Nama Kreditor: SARI, PT

    Tgl
    Keterangan
    Ref
    DEBET
    KREDIT
    SALDO
    DEBET
    KREDIT

    Sumber pencatatan dalam buku pembantu hutang terdiri atas:
    a)         Faktur pembelian
    b)         Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang
    c)         Nota debet/ kredir sebagai bukti pengembalian barabg yang dibeli dengan pembayaran kredit (retur pembelian)
    Sebagai ilustrasi pencatatan transaksi dalam buku besar pembantu hutang, berikut ini sebagian data kegiatan SARI Advertising dalam bulan Juli 2003:
    a)      Data hutang kepeda kreditor pada tanggal 1 juli 2003:
    Hutang kepada:           PD SUMBER WARNA                     Rp 3.200.000,00
                                 PD ANEKA SARANA                      Rp 2.600.000,00
                                 PD KARYA MUDA                          Rp 2.700.000,00
                                 Jumlah                                                 Rp 8.500.000,00
                          
    b)      Transaksi yang terjadi dalam bulan Juli 2003 antara lain sebagai berikut:
    Pembelian kredit perlengkapan studio:
    Juli 6, faktur No.SB-06 dari PD SUMBER WARNA seharga Rp 3.800.000,00
    Juli 14, faktur No. K-012 dari PD KARYA MUDA seharga   Rp 2.500.000,00
    Juli 25, faktur No.AS-19 dari PD ANEKA SARANA seharg Rp.2.700.000,00
                               Jumlah pembelian kredit bulan Juli 2003        Rp 9.000.000,00

    Pembayaran hutang kepada kreditor
    Juli 4, bukti kas No K-701 kepada PD SUMBER WARNA    Rp. 2.200.000,00
    Juli 10, bukti kas No K-706 kepada PD KARYA MUDA       Rp. 2.700.000,00
    Juli 18, bukti kas No K-716 kepada PD ANEKA SARANA   Rp. 1.600.000,00
    Juli 27, bukti kas No K-721 kepada PD SUMBER WARNA  Rp. 1.000.000,00
       Jumlah hutang dibayar dalam bulan Juli 2003                        Rp. 7.500.000,00

    Berdasarkan data di atas, pahami keterangan berikut ini!
    ·         Data hutang tanggal 1 Juli 2003, tarcatat dalam buku besar akun Hutang sebagai saldo kredit tanggal 1 Juli 2003 sebesar Rp. 8.500.000,00. Sementara rinciannya tercatat dalam buku pembantu hutang sebagai saldo kredit tanggal 1 juli 2003 pada rekeningmasing-masing kreditor.
    ·         Faktur pembelian dicatat sebagai berikut:
    1.      Semua faktur pembelian dicatat dalam buku jurnal pembelian sehingga pada 31 juli 2003 akun perlengkapan Studio didebet dan akun Hutang usaha dikredit Rp.9000.000,00
    2.      Masing-masing faktur pembelian dicatat dalam buku pembantu hutang dengan mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan.
    ·         Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang dicatat sebagai berikut:
    1.      Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang berjumlah Rp. 7.500.000,00. Jumlah tersebut dicatat dalam buku jurnal pengeluaran kas dengan mendebet akun Hutang usaha dan kredit akun.Kas masing-masing Rp. 7.500.000,00
    2.      Masing-masing bukti pengeluaran kas dicatat dalam buku pembantu hutang dengan mendebet rekening kreditor yang bersangkutan.
    Setelah dicatat seperti di atas, akun Hutang usaha dalam buku besar dan rekening-rekening kreditor dalam buku pembantu hutang tampak sebagai berikut:

                                        BUKU BESAR
    Akun: HUTANG USAHA                                                                                                                No.221
    Tgl
    Keterangan
    Ref
    DEBET
    KREDIT
    SALDO
    DEBET
    KREDIT
    2003
    Juli 1
    Saldo
    -
    -
    -
    -
    8.500.000
    Juli 31
    Posting
    JPb-1
    -
    9.000.000
    -
    17.500.000
    Juli
    31
    Posting
    JKK-1
    7.500.000
    -
    -
    10.000.000



    Perhatikan akun hutang Usaha di atas:
    1.      Dalm kolom refrens (Ref) ditulis JPb-1 dan JKK-1 anggap transaksi dicatat dalam buku jurnal khusus dan data yang bersangkutan masing-masing diposting dari buku jurnal pembelian (JPb) halaman 1 dan buku jurnal pengeluaran kas (JKK) halaman 1.

    2.      Akun hutang usaha diatas pada 31 Juli 2003 nenunjukkan saldo kredit Rp. 10.000.000,00. Jumlah tersebut harus sama dengan jumlah hutang menurut buku pembanTu hutang pada tanggal yang sama.

    YANG LENGKAPNYA SILAKAN DOWNLOAD DISINI

    AKUTANSI (JURNAL KHUSUS)

    0
  • BAB I 

    A. LATAR BELAKANG

    Latar belakang disusunya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh 

    Dosen dalam rangka membahasas tentang VISUAL BASIC. Makalah ini membahas tentang 

    Database perusahaan indofood, , Transaksi – transaksi dalam Perusahaan Dagang dll. 

    Makalah ini disusun berdasarkan pemahaman penulis tentang Visual basic. Bila dikaitkan 

    dengan dunia perusahaan didalam suatu perusahaan maka diperlukannya Program adminitrasi 

    dalam suatu perusahan untuk mencapai sebuah transaksi.

    Dalam dunia usaha apapun termasuk dalamnya usaha dagang, peran program adalah sangat 

    baik apapun output dari suatu kegiatan usaha tidak diimbangi oleh sistem pencatatan 

    keunagan yang handal, maka tidak akan berarti apapun.

    yang lengkap silakan download DI SINI

    LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN PROGRAM VISUAL BASIC

    0
  • Image: (Ren/UCEO)
    Bagi Anda yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi seringkali akan mendapatkan tugas yang disajikan dalam bentuk makalah. Sedangkan banyak sekali susunan atau kerangka yang beredar di masyarakat sekarang ini masih salah atau tepatnya masih belum sempurna. Ada sebuah susunan standart dengan elemen-elemen sebuah makalah yang harus ditaati. Sedangkan saat kita masih duduk di bangku SD/SMP susunan elemen ini masih ditolerir oleh para Guru, namun tidak untuk para Dosen di Perguruan Tinggi. Saat Anda di bangku perkuliahan, Anda akan dituntut menyusun sebuah makalah atau karya ilmiah dengan susunan yang sempurna. Baik dari urutan kerangka pembahasan, tata bahasa, format halaman, format gambar, format tabel dan masih banyak lagi aturan baku yang menjadikan makalah menjadi sebuah hasil karya ilmiah yang baik dan benar.
    Pertanyaannya adalah "Bagaimana membuat makalah yang baik dan benar?". Kami menyusun artikel ini untuk memudahkan Anda memahami cara menyusun sebuah makalah yang baik dan juga sesuai dengan pengaturan Badan Standardisasi Nasional (BSN) Indonesia. Semoga dengan artikel ini dapat mengurangi beban Anda dalam tugas pembuatan makalah.
    Sebelum kita membahas bagaimana cara membuat sebuah makalah, ada pentingnya Anda mengenal lebih dalam tentang apa yang disebut makalah itu sendiri. Apa saja kategorinya dan Apa perbedaannya dengan Paper dan Jurnal Ilmiah? Banyak orang berpikir bahwa makalah, paper dan jurnal ilmiah adalah produk yang sama namun sebenarnya ketiga jenis karya tulis ini memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.

    Definisi Makalah

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makalah diartikan dalam dua hal. Yang pertama adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Yang kedua didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.
    Jika kita ingin melihat lebih dalam arti makalah menurut beberapa ahli maka akan ada semakin banyak definisi. W.J.S Poerwadarminta pada tahun 1994 mengartikan makalah sebagai uraian tertulis yang membahas suatu masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.Tanjung dan Ardial juga mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif.
    Sedangkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) menulis bahwa sebuah karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah.

    Perbedaan Makalah, Paper dan Jurnal Ilmiah

    Image: (Ren/UCEO)

    Karakteristik sebuah Makalah
    • Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
    • Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi.
    • Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.
    Karakteristik sebuah Paper
    • Paper berupa karya tulis ilmiah yang biasa digunakan untuk mendokumentasikan sebuah penelitian yang baru. Namun tidak menutup susunan paper juga digunakan untuk review penelitian yang sudah ada.
    • Terdiri dari tiga bagian pokok yaitu Topik, Data, dan Argumen.
    Karakteristik sebuah Jurnal Ilmiah
    • Jurnal Ilmiah berupa media kumpulan karya ilmiah yang diterbitkan setiap kurun waktu tertentu.
    • Sebelum di publikasikan, Jurnal Ilmiah  harus melewati proses peer-review untuk menyeleksi dan menentukan apakah sebuah paper atau makalah yang di submit ke jurnal tersebut layak diterbitkan atau tidak. Proses peer-review dilakukan oleh satu atau beberapa pemeriksa yang juga merupakan ahli atau akademisi di bidang yang dikaji.

    Kategori Makalah

    Berdasarkan jenis kajian yang dibahas, Fauzy Ahmad mengkategorikan makalah menjadi 3 jenis yaitu
    1. Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas
    2. Makalah Induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan
    3. Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.
    Pada makalah campuran dapat dibagi lagi menjadi 6 jenis:
    1. Makalah Ilmiah - makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif
    2. Makalah Kerja - biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan pada makalah jenis ini
    3. Makalah Kajian - isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial
    4. Makalah Posisi - istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
    5. Makalah Analisis - sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
    6. Makalah Tanggapan - biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan

    Petunjuk Pembuatan Makalah

    Pemilihan Topik

    Topik adalah tema pembuatan makalah. Topik dapat pula diperoleh dari uraian latar belakang masalah. Latar belakang adalah sebab mengapa sebuah penelitian dilakukan atau alasan makalah ditulis. Sedangkan tema akan muncul karena adanya sebab pada latar belakang. Pemilihan topik harus menarik serta mencakup berbagai kajian ilmu yang memasyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pembaca dapat mengambil manfaat dari makalah tersebut sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan. Topik yang biasanya digunakan dalam penulisan makalah antara lain berkutat pada bidang akademis atau mata pelajaran dibangku sekolah seperti Sejarah, Agama, TIK, Kesehatan, Biologi, Geografi, Ekonomi, PKN, Fisika, dan Kewirausahaan.
    Sebagai tambahan pertimbangan, Kusmarwanti, M.Pd menyarankan ada 4 hal yang harus Anda sesuaikan dalam menentukan sebuah topik makalah.
    • Kemampuan Anda dalam menguasai teori/kajian masalah
    • Ketersedian bahan pendukung, referensi dan literatur lain yang dapat Anda akses
    • Kesan menarik dan unik dari topik Anda.
    • Seberapa besar manfaat dari makalah yang Anda terbitkan secara umum

    Pemilihan Bahasa

    Dalam penulisan sebuah makalah, perlu diperhatikan juga mengenai penulisan serta bahasa yang digunakan. Makalah biasanya menggunakan bahasa baku atau sesuai ejaan yang disempurnakan.
    Ketentuan penulisan makalah untuk cakupan internasional, harus menggunakan Bahasa Inggris agar dapat diterima juga secara internasional. Berbeda dengan penulisan untuk kalangan dalam negeri (Indonesia) harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EYD yang berlaku saat ini. Perlu Anda ketahui pula bahwa EYD biasanya disempurnakan setiap beberapa tahun.
    Pemilihan bahasa serta penulisan makalah yang baik dan benar akan ikut menentukan bobot kualitas dari makalah yang Anda tulis. Jadi hal ini penting juga untuk diperhatikan. Pemilihan kata juga dirasa penting agar pembaca mampu memahami dengan baik maksud yang ingin Anda sampaikan dalam makalah. Hal ini akan menghindarkan dari kemungkinan adanya salah tafsir atau minim pemahaman terhadap esensi makalah Anda.  Pemilihan kata harus dengan bahasa baku atau ilmiah serta tepat sasaran, tidak bertele-tele namun tetap informatif. Akan lebih baik apabila setiap penjelasan yang Anda tulis disertai dengan contoh yang konkret sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya.

    Susunan Kerangka Makalah

    Image: (Ren/UCEO)

    1. Cover
    Cover/Sampul makalah memuat judul makalah serta nama penulis, logo lembaga/institusi, tempat dan tahun terbit. Nama penulis ditulis dengan jelas, nama asli dan nama lengkap tanpa disingkat serta tanpa menyebutkan gelar. Alamat penulis memuat nama instansi atau lembaga tempat penulis bekerja atau menempuh jenjang studi (universitas). Tahun terbit adalah tahun pada saat makalah telah selesai penelitian dan penulisannya kemudian diterbitkan untuk umum.
    Judul pada halaman cover atau sampul menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman dengan besar font sebesar 14, ditulis dengan pengaturan layout center (rata tengah). Untuk penulisan nama penulis dan tidak diperlukan huruf kapital untuk semua kata, cukup huruf kapital di awal kata. Namun untuk penulisan keterangan nama instansi atau jenjang pendidikan menggunakan huruf kapital dengan dicetak tebal.
    Judul yang ditampilkan harus judul yang jelas, informatif, singkat namun menjelaskan isi dari penelitian dalam makalah tersebut. Anda tidak dianjurkan menuliskan judul makalah misalnya “Laporan Penelitian Kajian Sosial di Masyarakat”, Anda harus menjelaskan lebih spesifik pada judul Anda tersebut, yaitu misalnya “Pengaruh Budaya Patrilineal dalam kehidupan masyarakat Jawa” judul tersebut akan menginformasikan kepada pembaca, garis besar dari isi atau bahasan makalahAnda. 
    Contoh penulisan cover/sampul :

    Pengaruh Budaya Patrilineal dalam Kehidupan Masyarakat Jawa


                              LOGO INSTITUSI

    Disusun oleh :
    Benedicta Harum Dhani
    NIM

    Universitas Brawijaya
    MALANG
    2015

    2. Abstrak
    Abstrak ditulis dalam dua bahasa atau dua versi, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk penulisan dalam Bahasa Indonesia Anda tidak diperbolehkan menulis lebih dari 250 kata, sedangkan dalam Bahasa Inggris Anda tidak diperbolehkan menulis lebih dari 200 kata. Abstrak dapat berisi ringkasan atau bahasan pokok dari makalah, tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesa, serta sedikit rangkuman hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan. Jika Anda ingin menerbitkan makalah Anda pada skala internasional, maka Anda harus meletakkan abstract pada halaman utama atau halaman awal sebelum abstrak dalam Indonesia. Begitu juga jika ingin menerbitkan makalah dengan sasaran utama skala nasional, maka Anda harus menulis abstrak dalam Bahasa Indonesia pada halaman awal, baru kemudian abstract dalam Bahasa Inggris pada halaman berikutnya. Penulisan abstrak menyesuaikan tujuan dan sasaran Anda membuat makalah Anda tersebut.
    Kata kunci menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yaitu menyesuaikan bahasa yang digunakan pada abstrak. Jika abstrak dalam Bahasa Indonesia, maka kata kunci harus dalam Bahasa Indonesia. Sebaliknya jika abstractmenggunakan penulisan dalam Bahasa Inggris, maka kata kunci harus dalam Bahasa Inggris (keywords). Kata kunci terdiri tidak lebih dari 3 sampai 5 kata. Kata kunci ditempatkan di bawah penulisan abstrak. Pada intinya, penulisan abstrak harus disesuaikan dengan tema dan tujuan penulisan makalah itu sendiri. Sedangkan kata kunci merangkum apa yang tertulis di dalam abstrak serta makalah penelitian Anda.
    3. Daftar Isi
    Daftar isi memuat informasi halaman dari isi makalah. Setiap bab dan sub-bab dalam makalah diberikan keterangan halaman agar memudahkan pembaca menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar isi juga memuat daftar gambar dan daftar tabel (jika ada).
    Contoh penulisan daftar isi :
    Cover    …………………………………………………………………………....……….. i
    Abstrak ………...………………………………………………………….........………… ii
    Abstract ……..……………………………………………………………..........………... iii
    Daftar Isi ……………………………………………………………………….........….... iv
    Kata Pengantar ………………………………………………………….........…………. 1
    I Pendahuluan ………………………………………………………..…..........…..……. 2
    I.I Latar Belakang …………………………………………………........…………3
    I.II Rumusan Masalah ……………………………………........…………………4
    I.III Tujuan Pembahasan ………………………………......…………………… 5
    II. Isi …………………………………………………………………………..........……… 7
    II.I Pengenalan Kelurahan Randusari, Semarang Selatan ………...…….. 7
    Kebudayaan ……………………………………………….................….. 8
    Jumlah penduduk dan statistik …………………..........…..………… 9
    Kebudayaan patrilineal pada masyarakat Kelurahan Randusari ………………………………………………………....................………. 10
    II.II Patrilineal dan Teori Kelas ………………………………....…………… 22
    Kebudayaan Patrilineal ………………………………….............…... 25
    Marxisme di budaya masyarakat Kelurahan Randusari …......... 29
    II.III Analisis ………….……………………………..................……….……… 35
    III. Kesimpulan ……………………………………………………...…….......…….… 42
    Saran ……………………………………………………………………….........……… 45
    Penutup ………………………………………………………………........…………... 46
    Daftar Pustaka ………………………………………………………........…………… 48
    Daftar Gambar ………………………………………………………….........………… 51
    Daftar Tabel ………………………………………………………………......………….53
    Lampiran ……………………………………………………………….....…………….. 54

    4. Kata Pengantar
    Kata pengantar mencakup isi dari keseluruhan esensi makalah, yaitu membahas isi makalah secara menyeluruh namun umum. Hal ini perlu dilakukan agar pembaca mempunyai pandangan umum arah dari penelitian dalam makalah Anda tersebut.
    Biasanya pada kata pengantar, penulis juga mencantumkan ucapan syukur kepada Tuhan YME, serta ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu proses penyelesaian makalah.
    Dalam kata pengantar penulis juga dapat menjabarkan penjelasan waktu penulisan makalah, tempat penelitian, serta pihak-pihak yang menjadi mentor penulis dalam menyelesaikan makalah baik individu, instansi maupun lembaga-lembaga tertentu yang terlibat dan memberikan sumbangsih.
    Dia akhir kata pengantar, penulis juga diperbolehkan menuliskan harapan penulisan makalah tersebut, manfaat bagi pembaca, kemudian penulis juga menerima masukan berupa kritik dan saran dari pembaca. Serta pencantuman nama lengkap penulis, tempat dan tanggal atau tahun (waktu) penulisan makalah tersebut namun tanpa dibubuhi tanda tangan.
    5. Pendahuluan
    Pendahuluan merupakan bahasan awal topik penelitian di dalam makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis. Pendahuluan tidak perlu ditulis secara luas, cukup cakupan luarnya saja asalkan sudah mencakup esensi umum dari makalah Anda. Pendahuluan dapat dijelaskan secara umum dan singkat namun tujuan dan maknanya jelas. Pendahuluan dapat menjelaskan tentang pokok permasalahan awal yang ditemui. Permasalahan disini yang dimaksud adalah masalah yang ditemukan dan ingin diteliti dalam makalah Anda tersebut.
    Di dalam bab pendahuluan, mencakup bab-bab penting dalam penelitian makalah. Biasanya di dalam pendahuluan terdapat tiga poin penting yang menjadi sub-bab nya yaitu Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan Pembahasan.
    6. Latar Belakang
    Latar belakang menjelaskan secara umum permasalahan yang ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti kemudian di analisa dalam sebuah makalah. Latar belakang ditulis sejelas-jelasnya dengan penjelasan yang umum dan mudah dimengerti. Dapat pula dijelaskan dari awal hal yang ingin diteliti menjadi masalah yang perlu untuk dianalisis.
    Latar belakang juga menjelaskan fakta-fakta, data-data, temuan penelitian sebelumnya, dan referensi yang penulis temukan, yaitu alasan yang membuat peneliti ingin meneliti hal tersebut. Penulis juga mengemukakan pendekatan serta landasan teori yang bisa digunakan untuk menelaah permasalahan yang ditemukan, yaitu dilihat dari sudut pandang teoritis.
    Latar belakang ditulis dengan metode piramida terbalik, yaitu mengerucut ke bawah. Pada awalnya penulis menjelasakan secara luas dan umum gambaran permasalahan kemudian lama-kelamaan dikerucutkan menjadi poin permasalahan krusial, objek, serta ruang lingkup yang ingin diteliti.
    7. Rumusan Masalah
    Rumusan masalah berisi pokok masalah yang ditemukan. Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan padat, tidak lebih dari satu paragraf serta berisi poin-poin pertanyaan atau masalah yang akan diteliti. Poin pertanyaan biasanya antara 2 sampai 3 pertanyaan. Rumusan masalah merupakan hasil pengerucutan dari bahasan pada latar belakang yang telah diulas sebelumnya. Cara membuat rumusan masalah yang baik adalah mengerucutkan permasalahan melalui cara penyempitan kajian permasalahan yang begitu luas dan umum, menjadi masalah yang sangat khusus, spesifik dan menjurus, serta ditulis dalam bentuk pertanyaan yang kemudian akan diteliti dalam penelitian.
    Tujuan penulisan rumusan masalah sanagt penting, yaitu alasan dari dilakukannya penelitian dalam makalah tersebut. Rumusan masalah juga berfungsi sebagai pedoman atau penentu arah penelitian, penentu metode dan teori yang akan diambil untuk digabungkan sebagai landasan teori dalam penelitian, serta memudahkan peneliti untuk menentukan sampel dan populasi penelitian.
        8. Tujuan Pembahasan
    Tujuan pembahasan berisi manfaat dari penelitian yang dilakukan. Pada dasarnya manfaat ini ditujukan untuk pembaca. Manfaat diperoleh jika telah menemukan hasil atau kesimpulan dari permasalahan dan konfirmasi dari hipotesa awal. Tujuan pembahasan biasanya ditulis secara singkat namun menggambarkan serta mendeskripsikan manfaat penelitian kepada pembaca.
    Tujuan pembahasan dibagi menjadi dua, tujuan fungsional dan tujuan individual. Tujuan fungsional lebih ditujukan kepada instansi yang terkena imbas dari hasil penelitian makalah yang Anda buat, yaitu manfaat penelitian Anda diharapkan mampu menjadi landasan mengambil kebijakan atau keputusan. Tujuan individual manfaatnya lebih kepada individu, yaitu menambah ilmu pengetahuan, pengenalan, serta pengalaman baru terhadap kajian yang belum diteliti sebelumnya.
    Tujuan pembahasan juga memiliki manfaat penelitian kepada penulis, yaitu menambah kaidah wawasan penulis.
       9. Isi
    Isi berisi uraian pokok dari topik makalah. Isi menjelaskan tentang permasalahan, penelitian yang dilakukan, metode penelitian, tempat penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran hasil data-data yang diperoleh di lapangan. Data yang diperoleh bisa merupakan data kualitatif, data kuantitatif, maupun mixed methods. Jika data dilakukan dengan proses wawancara, maka penulis bisa mencantumkan kutipan hasil pembicaraan dengan orang yang di wawancara atau narasumber tersebut. Namun jika data penelitian berupa data kuantitatif dapat mencantumkan hasil penelitian berupa daftar tabel berisi angka atau hal-hal yang bersifat numerik. Metode penelitian dapat dilakukan dengan metode survey, wawancara, dan pengamatan serta pengambilan data di lapangan.
    Isi menjelaskan tentang definisi dan landasan teori, ulasan materi, penyelesaian masalah, serta solusi atau hasil penelitian.
    10. Kesimpulan
    Kesimpulan merupakan penjabaran dari hasil penelitian yang diperoleh. Hasil penelitian diperoleh dari analisis rumusan masalah yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teori dan metode penelitian yang dilakukan, sehingga diperoleh kesimpulan penelitian. Kesimpulan bisa sesuai dengan hipotesa namun bisa juga tidak sesuai dengan hipotesa awal sehingga muncul sebuah kesimpulan baru dari rumusan masalah yang telah dijabarkan sebelumnya. Kesimpulan juga menjabarkan apakah penelitian yang dilakukan telah menjawab rumusan masalah atau masih diperlukan penelitian lanjutan.
    11. Saran
    Saran lebih ditujukan penulis kepada pembaca. Saran diperoleh dari kesimpulan penelitian untuk lebih dikembangkan kembali, ditindaklanjuti, maupun diterapkan. Saran berisi manfaat penelitian kepada pembaca berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kemudian diharapkan agar dilaksanakan atau diterapkan oleh pembaca. Tujuan atau harapannya adalah agar pembaca mampu menerapkan atau menggunakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dalam aplikasinya secara langsung di masyarakat baik secara teoritis maupun praktis.
    12. Penutup
    Penutup berisi harapan penulis kepada pembaca yaitu berharap agar penelitian tersebut bermanfaat kepada pembaca. Penulis juga memberikan kesan dan pesan serta ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung penulis atas kontribusi nya untuk menyelesaikan makalah penelitian. Penutup juga menjelaskan kekurangan serta kelebihan dalam penulisan makalah penelitian.
    13. Daftar Pustaka
    Daftar pustaka berisi daftar referensi-referensi yang dicantumkan atau dipergunakan dalam penyusunan makalah. Daftar pustaka berisi paling sedikit 25 referensi, bisa dari jurnal, maupun buku. Penulisan daftar pustaka harus disusun secara sistematis serta diurutkan secara sistematis berdasarkan abjad/alfabetis menurut nama pengarang.
    Daftar pustaka terdiri atas nama pengarang, tahun terbit publikasi, judul publikasi, serta tempat terbit dan penerbit. Pengaturan penulisan nama dalam daftar pustaka adalah dengan ketentuan nama keluarga harus ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh nama panggilan.
    Jika daftar pustaka yang digunakan ditulis oleh nama pengarang yang sama namun beda waktu atau tahun penerbitan yang berbeda, maka yang harus ditulis terlebih dahulu adalah terbitan yang pertama. Namun jika nama pengarang sama, dan diterbitkan dalam tahun yang sama, maka ketentuan nya adalah nama pengarang disusun dengan membedakan tahun terbit dengan huruf abjad. Penulisan nama lengkap pengarang, hanya untuk item pertama, sedangkan item berikutnya sudah cukup dengan diberi tanda: ------- (strip dengan jumlah antara lima atau tujuh secara berkelanjutan).
    • Contoh Penulisan Daftar Pustaka:
      • Sigian, Sondang, (1995), Filsafat Administrasi. Jakarta, Gunung Agung
      • ------- (1997), Manajemen Sumberdaya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
      • Sudjana, (1996a), Metode Statistik. Bandung, Tarsito
      • ------- (1996b), Tehnik Analisis Regresi Dan Korelasi Bagi Para Peneliti. Bandung, Tarsito

    Format Cetak

    Image:(Ren/UCEO)
    IMAGE:(REN/UCEO)
    • Ukuran Kertas yang diperbolehkan dalam penulisan makalah adalah ukuran kertas A4.
    • Jenis Font dalam penulisan makalah menggunakan jenis font Arial dengan Ukuran Font 10.
    • Margin Halaman. Pada penulisan makalah, untuk sebelah kiri menggunakan margin 4. Sedangkan untuk atas, kanan serta bawah menggunakan margin 3.
    • Spasi yang umumnya digunakan adalah spasi 1, namun beberapa perguruan tinggi memperbolehkan spasi ganda atau spasi 2.
    • Penomoran. Cover/ Sampul Makalah tidak memiliki nomor halaman, kemudian Daftar isi, Kata pengantar, Daftar Gambar/tabel yang diberi format nomor Romawi (i ii iii iv dst), kemudian baru pada Bab 1 hingga lampiran menggunakan format nomor biasa (1 2 3 dst).
    • Judul makalah tidak perlu diawali dengan kata penelitian/analisis/ studi kecuali inti dari yang dikaji adalah sebuah penelitian/analisis/studi literatur lain.
    • Format Gambar, Tabel dan Grafik.
      • Format gambar harus diberi nomor berurutan, kemudian jika gambar diberi judul, judul tersebut tidak boleh melebihi sepuluh kata dalam satu gambar. Letak judul pada gambar adalah berada di bawah gambar tersebut.  Contoh:
    gambar.jpg
    Format tabel adalah hanya menggunakan garis horisontal. Tabel juga harus diberikan penomoran secara berurutan serta judul tabel tidak boleh melebihi 10 kata. Contoh:
    tabel.jpg
    Berbeda dengan format gambar, kali ini judul tabel diletakkan diatas tabel dengan penulisan semua huruf kecil kecuali pada huruf pertama di awal kata. Huruf pertama ditulis menggunakan huruf kapital.
    • Cara Mengutip. Pengaturan atau tata cara mengutip jika kutipan tersebut pendek atau hanya satu kalimat adalah kutipan tersebut langsung diletakkan pada kalimat tersebut kemudian ditambahkan tanda petik serta ditulis nama penulis dan tahun publikasinya.
            Contoh:
    ….Sementara itu menurut Reny Agustien (2015): “…Tidak jelas benar kapan dia mulai menjadi rajin ….”
    Namun jika kutipan tersebut terdiri dari kalimat yang panjang atau banyak, maka kutipan tersebut (biasanya dalam bentuk paragraf) harus diketik dengan jenis huruf serta font yang berbeda daripada jenis font dan ukuran huruf makalah utama. Letak kutipan tersebut juga diatur sedemikian rupa sehingga terletak agak terpisah dari paragraf utama bahasan makalah.
    Contoh:
    …Menurut Reny, kekuatan (strength) adalah sesuatu yang dimiliki seorang. Kekuatan seseorang tidak tergantung pada orang lain. Sedangkan daya adalah semacam energi yang dilepaskan oleh gerakan sosial atau bencana alam…
    • Catatan Kaki (footnotes) merupakan sebuah penjelasan tentang sesuatu yang dinyatakan dalam teks artikel. Penjelasan atau catatan kaki ini ditulis di bagian bawah halaman dan diberi nomor footnotes tapi letaknya tetap di halaman yang sama dengan sesuatu yang dinyatakan.Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Biasanya catatan kaki ada karena 4 hal ini.
      1. Keterangan khusus atau tambahan penting, tetapi tidak dimasukkan dalam teks karena uraiannya akan menyimpang dari garis besar karya ilmiah atau karena uraiannya akan bersifat berlarut-larut dan di luar konteks
      2. Komentar khusus mengenai bagian yang bersangkutan dalam teks
      3. Kutipan yang akan mengganggu kelancaran penyajian uraian bila dimuat dalam teks
      4. Penunjuk sumber yang diberi komentar tambahan    
            Contoh:
    1Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
    2Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm. 46.

    Tahap Penulisan Makalah

    Image:(Ren/UCEO)
    Selain memahami pemilihan topik dan format pembuatan makalah lainnya ada baiknya Anda melihat tahapan yang kami sarankan untuk menulis sebuah makalah hingga sukses sampai dipublikasikan. Dengan adanya tahapan ini akan memudahkan Anda mempercepat proses pembuatan makalah dengan kualitas yang tetap optimal. Karena bagi sebagian orang yang sedang mengerjakan tugas makalah, ancaman terbesar biasanya adalah ketepatan waktu. Namun cara belajar setiap orang terkadang tidak sama, Anda tidak perlu mengikuti secara baku tahapan-tahapan berikut jika dirasa terlalu banyak memakan waktu.
    1. Tahap Persiapan
    • Pemilihan topik
    • Perumusan tujuan
    • Identifikasi pembaca
    • Tentukan batasan isi materi
    • Tentukan judul makalah
    • Kumpulkan literatur dan bahan pendukung yang terpercaya
    • Lakukan wawancara narasumber jika perlu
    • Buat ringkasan kecil dari bahan materi yang terkumpul
    • Catat kutipan dan kata sulit
    2. Tahap Penulisan Draft
    • Buat tulisan kasar ke dalam setiap susunan makalah
    • Lakukan perumusan masalah dan kesimpulan
    3. Tahap Revisi
    • Pemeriksaan ide  apakah sesuai topik dan tujuan,apakah melewati batas pembahasan atau tidak.
    • Pembahasan apa yang kurang mendetail.
    • Penyesuaian dengan kebutuhan dan kejelasan penjabaran untuk pembaca.
    • Tambahkan reaksi dan masukan dari orang lain yang membaca.
    4. Tahap Penyuntingan
    • Perhatikan kembali aspek mekanik seperti huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda Baca, istilah, kosakata, format karangan.
    • Gunakan sedikit metafora, irama, atau kiasan untuk memberikan gaya tulisan Anda.
    5. Tahap Publikasi
    • Perhatikan cover, footer dan header jika perlu untuk disesuaikan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
    • Konsultasikan dengan pembimbing atau orang yang ahli di bidang yang sama.
    • Buat versi presentasi dari makalah Anda jika diperlukan.

    Contoh Makalah Mahasiswa yang Benar Beserta Pedoman Pembuatan Makalah

    0

  • alt1. Belajar tanpa MoodBelajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.
    iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

    2. Belajarlah di manapun anda suka
    Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

    3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
    Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

    4. Belajar sambil diskusi
    Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

    5. Belajar dengan diiringi musik
    Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it :)

    6. Jangan hanya menghafal
    metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari "nilai-yang-baik", namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: "Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan"

    7. Jangan malu-malu untuk bertanya
    Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi "takut dibilang lambat oleh teman2" sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal!

    8. Coba dan Gagal (Trial and Error)
    Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

    9. Cintailah mata pelajaran yang anda suka
    Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You'll be the best, but wait until the time's coming on ^_^

    10. Ingatlah tujuan utama kita sekolah
    Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima "Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik" saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

    11. Kunci semua metode belajar
    Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo'a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do'anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do'a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

    Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham

    0
  • - Copyright © Muhammad Irham - Powered by Blogger - Designed by Muhammad Irham -